Posts

Curhat Titipan: Terlanjur Antre

TERLANJUR ANTRE Sebuah Cerita Horror yang Terinspirasi dari Kisah (lumayan) Nyata Tidak seperti biasanya aku bangun sepagi ini. Padahal seingatku tak ada janji dengan orang penting mana pun hari ini. Ahhh… sedikit kurenggangkan badan yang serasa remuk, rokok sisa semalam lebih kupilih ketimbang harus berjalan ke kamar mandi hanya untuk sekadar menyegarkan muka yang lusuh ini. Wtf! Dasar pemantik sialan! Terpaksa aku berjalan ke kamar sebelah untuk menyalakan aktivitas pertamaku, dengan sambil membawa secangkir kopi, aku duduk di teras sebuah kontrakan seluas  6 x 9 meter. Cukup sempit, sih, tapi percayalah, kami biasa tidur sampai 8 orang setiap habis bermain futsal. Namaku *beep* , aku memang lebih memilih hidup sebagai anak kost dari semester pertama. Padahal jarak rumahku hanya beberapa kilometer saja dari kampus, entahlah.. mungkin supaya bisa merasakan kehidupan mahasiswa seperti pada umumnya. Cuaca pagi ini cukup cerah. Burung-burung bernyanyi saling be...

Curhat Titipan: Terbuktinya Teori Supply and Demand

Ini kali kedua notebook gue dipakai untuk sesuatu selain mengurus tugas kuliah yang biasanya dikerjakan beberapa menit menjelang deadline. Bukan karena gue pemalas, tapi mendapat nilai yang bagus plus orisinil (karena yang lain gak keburu nge- copas ), sensasi itulah yang membuat gue ketagihan. NP: Raisa – Kali Kedua Sebenernya, setelah lulus sekolah dulu gue penginnya langsung kerja, cari duit yang banyak untuk modal nyaleg . Tapi orangtua maunya gue kuliah. Kata mereka, kalau pengin nyaleg itu minimal harus S1. Oke, akhirnya gue nurut juga. Entah mereka tahu dari mana, tapi pas gue googling ternyata memang benar syarat jadi calon legislatif itu minimal harus Sarjana. Walaupun ini bukan jalan yang gue pengin, tapi gue termasuk orang yang lumayan tanggungjawab. Buktinya, gue masih ingat materi tentang Supply and Demand mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi semester 1; “Semakin sedikit ketersediaan, maka usaha yang dilakukan untuk mendapatkan akan semakin sulit.” Wa...

Curhat Titipan: Kerasukan Radit

Entah malam ini kerasukan atau apa, gue gak tau. Tapi yang jelas, 2 jam nge- winning eleven rasanya bosen juga walaupun sebenarnya gue bisa aja begadang semalaman kalau udah ketemu stik dan notebook kesayangan -yang setiap dinyalain harus bunyi nutnut dulu 24 kali ( kadang 25 kali )- tapi untungnya masih compatible untuk menginstall WE9. Mungkin ini gara-gara pembelian James Rodriguez dan Neymar; yang aslinya mereka pindah ke mana tau. [Pemilik blog: Ke Bayern Munchen sama PSG woi! Aduh, ngikutinnya Lambe Turah aja, sih~] ditambah Rooney yang sengaja gue bikin betah dengan terus menjadi starter dan bayaran gaji selangit bikin klub kesayangan gue; MU.. jadi susah banget kalah malem ini. Alhasil serasa gak ada perlawanan. Yaa.. bukan cuma karena mereka bertiga aja, sih. Kayaknya keputusan gue untuk pilih komputer bintang 3 sebagai lawan jadi alasan paling logis kenapa MU gue menang terus. Tau sendiri, kan, kalau lawan Real Madrid bintang 6 kayak gimana?-_- Tapi bukan itu intinya. ...

My Introverted Boyfriend

Cast: Kim Hanbin (B.I iKon), Park Seulmi (OC) Story begin.. "Hanbin-ah.. cepat kemari! Lihat! Lihatlah! Cosplayer-cosplayer itu mirip sekali dengan aslinya. Waaah.." ucapku setengah berteriak karena terlalu bersemangat sambil menunjuk beberapa cosplayer di pameran ini dengan asal. Hanbin lumayan jauh di belakangku. Ah, dia sangat lelet seperti siput, padahal aku sudah tak sabar ingin melihat yang lain. Uh, apakah dia kekurangan asupan gizi karena tinggal jauh dari orangtua? "Tsk! Aku tidak suka tempat ramai seperti ini." keluhnya. Aku hanya mengabaikan dia dan terus berjalan sambil memotret beberapa gambar dengan 'bayi' kami yang menggantung di leherku. Aku menganggap kameraku seperti itu. Sekarang aku dan pacarku Kim Hanbin sedang berada di festival musim salju. Akhir Desemberku akan kuhabiskan di Jepang. Aku senang sekali, jarang-jarang dia mau kuajak liburan. Ini hasil jerih payahku merengek padanya selama sebulan penuh. Da...

Drabble 2Min - My Sweetest Boyfriend

[WARNING: Terinspirasi dari sebuah video perempuan yang berniat menjahili pacarnya, bukannya dimarahi tapi malah diperlakukan sangat manis. Cr: @kpopmemeindo_] Story begin.. Di kamarnya yang sederhana dan dipenuhi nuansa putih gading, Taemin yang sedang duduk di tempat tidurnya tiba-tiba meletakkan kepalanya di dada Minho yang sedang berdiri menghadap ke arahnya. Kemudian dia menangis terisak. Minho kaget dan langsung mengangkat kepala Taemin, "Hei, kau menangis?" Taemin tetap terisak lalu menjatuhkan kepalanya kembali ke dada Minho. "Ada apa? Kenapa kau menangis?" "A- aku merusak kameramu yang kemarin kupinjam saat di kafe, Minho. Ba- bagaimana ini?" suara Taemin bergetar. Bagaimana tidak? Dia sangat takut pacarnya itu marah. Sedangkan Minho hanya bergeming sebentar, kemudian dia menangkup pipi Taemin lalu mengangkatnya. "Ah, sudahlah. Itu hanya kamera. Tinggal dibawa saja ke pusat perbaikan." Minho menghapus air mata di pipi Taem...

GARA-GARA FILM HORROR

Image
WHAT A COVER?! Hai hai hai my good readers. Kembali lagi bersama gue Istifani Mauladiana yang dulunya pernah digosipkan dekat dengan Robert Pattinson lol Gimana liburan kalian? Menyenangkan? Atau biasa-biasa saja kayak kesan liburan gue? Bagaimanapun itu, semoga kita bisa kembali ke rutinitas sekolah atau kerja dengan damai. Uh, kangen kalian dan Rest Area ini ㅠ_ㅠ Oke, kali ini gue akan menceritakan sesuatu yang hari ini teringat secara tiba-tiba, sesuatu yang kayaknya gak akan pernah gue lupakan. Pengalaman yang mungkin nantinya akan gue ceritakan bersama suami gue sebelum tidur; di atas tempat tidur king size kami. Di bawah cahaya lampu kamar yang temaram. Ditambah sinar bulan yang diam-diam menelusup perlahan melalui celah jendela. Dan.., yeaaah.. jangan lupakan suara jangkrik yang bersahutan merdu dengan katak sawah. Aaaaaa~ kok so sweet kalau dibayangin? Aduh meleleh>.< (Readers: Fani banguuuuuun Fani! Selesaikan dulu tulisannyaaaa!) Shit, maaf maaf maaf reader...

CERPEN | OBSERVATION

16 Agustus 2016 Malam itu, di pusat ibu kota Provinsi Jawa Timur, tepatnya di alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya; sebuah kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut, tiga orang pemuda sedang berjalan beriringan sambil berbincang. Malam yang cukup indah, dengan bulan yang menggantung sempurna walaupun sebagian bintangnya bersembunyi entah di mana. Suara derap langkah dari alas kaki yang masyarakat gunakan di sana masih saling bersahutan merdu dengan suara kendaraan yang hilir-mudik. Menandakan bahwa malam tak menjadi alasan untuk mereka bersosialisasi dengan uang yang dihambur-hamburkan. Bukan. Bukan berarti mereka masyarakat hedonis. Hanya saja, ini adalah malam sebelum hari peringatan kemerdekaan RI, tapi yang mereka lakukan tak ada korelasinya dengan tanggal bersejarah besok. Di antara mereka semua ada yang hanya berkumpul sambil memakan snack dan bermain gitar saja, yang berpacaran; ini jelas yang mengganggu, yang hanya berjalan saja tanpa tujuan pun ada. Ini merupakan p...